Sabtu, 13 Februari 2010

Penyebab Komputer Mendadak Bluescreen

Kadang teman2 mungkin pernah merasakan komputer kita tiba-tiba muncul tampilan biru atau yang sering disebut dengan bluscreen karena laptop saya juga pernah mengalaminya dan beberapa teman saya juga pernah mengalamin, pada saat bluescreen monitor akan menampilkan sebuah tulisan, sebenarnya didalam tulisan itu sudah dijelaskan sebenarnya apa yang terjadi dengan komputer kita namun kita jarang memperhatikannya (saya juga iya sih he.. he..) jadi kita perlu sofware/alat bantu untuk mengetahuinya salah satu aplikasinya adalah Bluescreen view,dibawah adalah beberapa tulisan yang sering muncul pada saat komp/laptop kita mengalami bluescreen dan pemecahannya :

1. Attempted Write To Readonly Memory (stop code 0X000000BE)

Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver).

2. Bad Pool Caller (stop code 0X000000C2)

Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Selain itu error ini juga dapat disebabkan oleh hardware yang rusak/cacat.

Apabila masalah ini muncul ketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.

3. Data Bus Error (stop code 0X0000002E)

Masalah ini biasanya disebabkan karena ada kerusakan/cacat pada hardware, biasanya adalah memory. Selain cacat pada memory bisa juga karena kerusakan motherboard, harddisk..

4. Driver IRQL Not Less Or Equal (stop code 0X000000D1)

Disebabkan drivers mengakses hardware address yang tidak sesuai. Bisa juga disebabkan karena masalah seperti pada “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas.

5. Driver Power State Failure (stop code 0X0000009F)

Disebabkan tidak cocok/kompatibel antara “computer’s power management” dengan driver atau services yang berjalan. Biasa terjadi pada saat komputer melakukan “hibernasi”. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Atau coba men-disable “Windows’ support for power management”.

6. Driver Unloaded Without Cancelling Pending Operations (stop code 0X000000CE)

Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas.

7. Driver Used Excessive Ptes (stop code 0X000000D8)

Lihat pada masalah “No More System PTEs,” pada bagian lain artikel ini.

8. Hardware Interrupt Storm (stop code 0X000000F2)

Masalah timbul ketika suatu hardware (USB atau SCSI controller) gagal untuk “melepas” sebuah IRQ. Kegagalan tersebut biasanya disebabkan karena masalah pada driver. Selain itu masalah ini juga dapat timbul karena adanya dua perangkat menggunakan IRQ yang sama.

9. Inaccessible Boot Device (stop code 0X0000007B)

Biasanya masalah ini timbul pada saat startup Windows apabila Windows tidak dapat membaca data mengenai system boot partition. Bisa juga disebabkan karena harddisk yang error, file boot.ini yang cacat (corrupted).

Bila tidak ada masalah pada disk drive, partisi dan file boot.ini (such as while installing multiple operating systems) coba cek settingan booting pada BIOS.

Apabila masalah ini muncul ketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.

10. Kernel Data Inpage Error (stop code 0X0000007A)

Masalah timbul pada virtual memory, biasanya karena windows tidak dapat membaca atau menulis data ke swap file. Kemungkinan penyebab antara lain bad sectors, virus, memory yang cacat, atau bahkan kerusakan motherboard.

11. Kernel Stack Inpage Error (stop code 0X00000077)

Penyebab mirip dengan masalah “Kernel Data Inpage Error,” di atas.

12. Kmode Exception Not Handled (stop code 0X0000001E)

Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service, konfilk IRQ. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver).

Masalah ini juga dapat disebabkan karena kurangnya space pada disk pada saat melakukan instalasi.

13. No More System PTEs (stop code 0X0000003F)

Masalah muncul karena Windows kekurangan Page Table Entries (PTEs). PTEs digunakan untuk melakukan mapping RAM. Dimana mapping ini dilakukan oleh Virtual Memory Manager (VMM). Masalah ini juga dapat muncul ketika anda menggunakan beberapa monitor sekaligus.

Apabila error tersebut sering muncul, coba untuk menambah alokasi untuk PTEs pada Windows dengan cara sebagai berikut:I

· Buka Registry Editor.

· Lihat pada: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Session Manager\Memory Management

· Double-click pada PagedPoolSize , masukkan value-nya 0 , klik OK.

· Kemudian double-click pada SystemPages. Jika menggunakan beberapa monitor sekaligus masukkan valuenya 36000. Selain itu masukkan valuenya 40000 jika RAM sebesar 128MB atau kurang. Jika RAM 128MB atau lebih masukkan valuenya 110000.

· Setelah selesai, klik OK, tutup Registry Editor dan restart komputernya. when you’re done. The change will take effect when you restart Windows.

14. NTFS File System (stop code 0X00000024)

Error disebabkan adanya masalah yang dilaporkan oleh Ntfs.sys (driver yang berfungsi untuk membaca dan menulis NTFS). Jika masih menggunakan file system FAT 32, error message yang timbul akan mirip (stop code 0X00000023).

15. Page Fault In Nonpaged Area (stop code 0X00000050)

Penyebab masalah ini m. irip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” pada bagian awal artikel ini.

16. Status Image Checksum Mismatch (stop code 0Xc0000221)

Kemungkinan penyebab error ini adalah kerusakan pada swap file, atau driver yang korup.

17. Status System Process Terminated (stop code 0Xc000021A)

Disebabkan adanya masalah pada Winlogon.exe atau pada Client Server Runtime Subsystem (CSRSS). Bisa juga disebabkan karena suatu user dengan level administrator merubah permission suatu file-file penting pada sistem Windows.


18. Unexpected Kernel Mode Trap (stop code 0X0000007F)

Umumnya error ini disebabkan karena memory yang cacat, kerusakan motherboard atau temperatur prossesor yang tinggi (biasanya karena overclocking).

19. Unmountable Boot Volume (stop code 0X000000ED)

Disebabkan karena Windows tidak bisa “mount” boot volume. Lihat juga pada bagian “Inaccessible Boot Device,”

saya mengambil data diatas dari sumber DK-online.net

Reaksi:

0 komentar: