Selamat Datang

""

Candi IJO Prambanan Sleman

Candi IJO Prambanan Sleman

Routing with OSPF

Routing with OSPF

Konfigurasi USB Modem sierra di Mikrotik

Konfigurasi USB Modem sierra di Mikrotik

MONITOR HIDUP, CPU HIDUP, TETAPI BLANK (TIDAK KELUAR TAMPILAN)

MONITOR HIDUP, CPU HIDUP, TETAPI BLANK (TIDAK KELUAR TAMPILAN)

Kamis, 05 Februari 2009

MONITOR HIDUP, CPU HIDUP, TETAPI BLANK (TIDAK KELUAR TAMPILAN)

MONITOR HIDUP, CPU HIDUP, TETAPI BLANK (TIDAK KELUAR TAMPILAN)


Permasalahan diatas mungkin cukup sering dialami oleh para pengguna computer, bahkan saya sendiri pernah mengalaminya dan ada beberapa teman yang bertanya mengenai hal inI …….ada beberapa hal yang menjadi pokok permasalahan dari kejadian diatas ……

.

.

1. Apabila memang betul –betul blank/tidak ada tapilan atau tulisan sedikitpun dan kadang muncul suara berisik dari dalam CPU.


Biasanya yang menjadi masalah adalah pada bagian RAM, cara penyelesaian :

  • Coba lepas dan pasang lagi ram seperti keadaan semula

  • Klo teman-teman sudah yakin RAM terpasang seperti semula tetapi tetap belum bisa berarti RAM teman-teman mengalami masalah/bahkan sudah mati

  • Beli dan gantilah di toko-toko terdekat (apabila diganti sendiri bisa lebih hemat biaya pemasangan)

  • Untuk lebih memastikanya coba pinjam RAM punya teman yang RAMnya sama kode PC nya/serinya



2. Apabila didalam monitor masih ada tulisan biasanya Check signal cable

Berarti pokok permasalahannya ada pada hubungan antara monitor dan VGA(kartu grafis)


Penyelesaian:

  • - coba kencangkan kabel penghubung antara monitor dan computer
  • - apabila belum bisa coba buka cpu dan lepas dan pasang kembali VGA anda(dengan catatan apabila VGA anda adalah out board )
  • - apabila tidak bisa kemungkinan terjadi kerusakan pada kabel penghubung atau VGA anda….
  • - untuk memastikannya pinjamlah VGA atau kabel penghubung punya teman tetapi yang support dengan computer anda tentunya….


Tetapi perlu diingat hal diatas hanya berlaku apabila monitor anda masih dalam kondisi baik


Selasa, 03 Februari 2009

Pendakian Merapi 31 Januari - 01 Februari 2009


Pendakian Merapi 31 Januari - 01 Februari 2009

Kegiatan pendakian ini diikuti oleh 6 peserta yaitu saya sendiri,supri,hendra, si je, andien dan sebagai pemandu kami adalah Mas Adit (kakak sepupu saya), kami berangkat dari dusun kami pada pukul 16.00WIB menggunakan mobil pick up milik salah satu teman kami dan sampai di Selo, magelang sekitar pukul 17.30 WIB, disana kami menuju Base Camp pendakian untuk beristirahat sebentar karena pendakian akan kami mulai pada pukul 19.30WIB. pada saat menunggu itu kami bertemu dengan turis asal Ukraina yang bernama Roman dia juga akan ikut mendaki merapi, kami sempat mengobrol sebentar dengan dia. Sekitar pukul 19.30 WIB kami memutuskan berangkat untuk memulai pendakian setelah beberapa menit kami berjalan kami sampai di new selo dan berhenti sebentar disana untuk briefing, mengecek perlengkapan dan berdoa setelah itu kami melanjutkan perjalanan, jalur yang kami lewati pertama adalah berupa hamparan sawah milik penduduk tetapi jangan salah sawah sawah disini dibuat dengan system teras iring jadi ya kami melewati jalan yang menanjak. Baru sekitar satu setengah jam berjalan ada teman saya yang mengalami sakit dan sempat muntah-muntah (setelah ditanya ternyata karena waktu berangkat belum makan) jadi kami memutuskan untuk membuat tenda disana dan segera memasak , perjalanan diputuskan untuk ditunda besuk pagi pukul 04.00WIB. Sekitar pukul 02.00WIB pagi, sebagian dari kami dibangunkan untuk memasak dan masakan kami jadi sekitar pukul 03.00WIB walaupun belum matang benar tetap kami makan……. Sekitar pukul 04.00WIB kami berangkat meneruskan perjalanan, beberapa kali kami berhenti untuk memulihkan kondisi badan dan selain itu cuaca di merapi cukup buruk beberapa kali kami harus berhenti dan bersembunyi dibawah batu dan pepohonan untuk menghindari badai yang membawa air hujan, dan baru sekitar pukul 8.30WIB kami sampai di Watu Gajah, disana kami bertemu dengan pendaki lain yang berasal dari salah satu SMA di Klaten yang membuat tenda disana……. Setelah kami mengobrol sebentar dengan mereka kami kembali melanjutkan perjalanan untuk melihat kondisi puncak. Diperjalanan ke tempat yang disebut Pasar bubrah kami juga mengalami badai dan udara yang tergolong dingin (tidak seperti biasanya) jalan menuju pasar bubrah berbatu-batu dan menanjak ke atas. setelah berjalan cukup lama kami akhirnya sampai di tempat cukup luas yang di sebut pasar bubrah (ketinggian sekitar 2500-2600 MDPL) tetapi kondisi disana sangat tidak kami harapkan kabut sangat tebal hingga batuan terbawah dari puncak merapi tidak terlihat dan selain itu suhu disana sangat dingin sekitar 8 derajat Celcius (hal ini terjadi karena badai), disana kami melakukan briefing sebentar dan dengan sangat menyesal Mas Adit akhirnya memutuskan pendakian harus dihentikan dikarenakan cuaca yang tidak memungkinkan pendakian dilakukan pada saat itu (walaupun sebenarnya pucak Garuda tinggal sekitar 400 meter lagi/kurang dari 1 jam pendakian/kalaupun dilanjutkan kata Mas Adit menurut penelitian Asap sulfatara yang terkena air dapat menjadi racun yang berbahaya). Setelah sekitar 30-40 menit kami dipasar bubrah kami memutuskankan turun karena walaupun sudah memakai jaket yang cukup tebal hawa dingin sangat terasa selain itu nafas kami mulai agak terasa sesak (karena udara disana bercampur dengan hawa dingin badai). Setelah kami sampai di watu gajah ternyata teman pendaki yang kami temui tadi sudah memutuskan turun terlebih dahulu (mungkin setelah melihat cuaca yang tidak memungkinkan lagi), kami memerlukan waktu sekitar 2,5 jam untuk sampai ke tenda, disaat turun itu saya sempat terjatuh karena memang jalannya lumayan licin, tetapi untung saja gak apa—apa Cuma punggung agak pegal sedikit waktu pulang ….he…he…. Setelah kami membongkar tenda kami memutuskan untuk turun ke base camp pendakian, kami membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk sampai ke base camp. Selesai deh misi kami……… menunggu mobil sambil lihat orang pada pacaran waktu di new selo hi…hi….

Tips klo mendaki pertama kali di merapi:

 
1. Uruslah  SIMAKSI
(Surat izin masuk kawasan konservasi),  Fungsinya agar nama kita terdata secara resmi saat melakukan pendakian.
2. Bawa perlengkapan pendakian yang lengkap (tenda, makanan,kompas dll )   
3. Bawa jaket jika perlu kaos tangan (bila sampai terjadi badai udara diatas akan sangat dingin)  
4. Klo bisa mendaki jangan waktu musim hujan (diatas cuaca bisa sangat buruk dan sulit diprediksi)  
5. Kalau ingin lebih aman dan biasanya cuaca lebih bersahabat mendakilah pada pagi hari lebih hemat gak perlu bawa tenda, tapi gak bisa lihat sunrise (tapi kalau pas musim hujan mau pagi atau siang cuaca bisa berubah seketika,  kalau pas ada kabut ya bisa benar2 gak terlihat) 
6. Jangan memaksakan mencapai puncak klo kondisi cuaca tidak memungkinkan karena kecelakaan saat pendakian biasanya terjadi karena kita terlalu memaksakan dengan tidak melihat kondisi cuaca, karena seperti dijelaskan diatas kondisi cuaca dipegunungan saat cuaca buruk sangat sulit diprediksi  (monumen di merapi sudah banyak jangan menambah lagi)
7. Saat pertama lebih baik didampingi dengan yang sudah berpengalaman/mengenal medan pendakian dan ingat saat pendakian kita adalah satu tim jangan egois :)


Contoh peralatan tambahan yang harusnya dibawa buat jaga2 (apalagi untuk pendakian yang dilakukan pada  malam hari atau saat ketika cuaca sedang kurang bagus, wajib dibawa):

1. Bawa oksigen kecil buat jaga2 ( biasanya buat yang  gak biasa jalan-jalan jauh karena yang sering mendaki saja klo pas cuaca buruk pernafasannya bisa sesak)  
2. Bawa P3K dan obat2 yang diperlukan
3. Bawa masker (ingat, Asap sulfatara bisa menjadi racun bila terkena hujan)
3. Bawa senter (yang lampunya warna putih )
4. Bawa Jas Hujan
5. Direkomendasikan membawa alat komunikasi  HT (Handy Talky) untuk komunikasi dan ingatlah frekuensi HT milik petugas atau  relawan disana ( Diatas tidak ada sinyal HP )